Browse By

KontraS: Pemerintah Tak Serius Atasi Konflik di Sampang

 Dilihat 352 Kali

SURABAYA — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya menilai, peristiwa penyerangan terhadap komunitas Islam Syiah di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Minggu (26/8/2012) siang kemarin adalah bukti pemerintah belum serius melakukan resolusi konflik pada kasus Syiah-Sunni.

Menurut Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Andy Irfan, peristiwa kemarin pasti dapat dicegah apabila pemerintah memiliki komitmen serius dalam mengupayakan resolusi konflik dalam kasus ini. Namun berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi, sangat tampak bahwa pemerintah belum memiliki komitmen mengenai hal itu.

“Peristiwa ini adalah bukti kelalaian dari pemerintah dan polisi,” katanya, Senin (27/8/2012). Padahal, pihaknya telah menyerukan kepada pemerintah dan polisi agar segera melakukan langkah evaluatif dan antisipatif dalam menjaga kemananan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sampang pasca-penyerangan dan pembakaran Desember tahun lalu.

“Namun baik pemerintah dan polisi sepertinya mengabaikan hal ini,” terangnya.

Karena itu, pihaknya menyerukan agar pemerintah segera melakukan langkah konkret dengan mengumpulkan semua pihak termasuk tokoh agama Islam dari kalangan Nahdhatul Ulama (NU) untuk mencari solusi penanganan kasus yang mencoreng prinsip keberagaman ini.

“Mereka harus terlibat aktif untuk menyerukan perdamaian dan mendorong resolusi konflik dalam peristiwa ini,” tambahnya.

Dan yang paling penting, kata Andy, pemerintah juga melibatkan perwakilan korban untuk merumuskan penanganan dan perlindungan kepada korban. Sebab, keterlibatan perwakilan korban sangat penting untuk menjamin akuntabilitas dalam penanganan kasus yang melanggar HAM itu.

Kelompok Islam Syiah di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang diserang warga Sunni pada Minggu (26/8/2012) siang. Enam orang menjadi korban, satu diantaranya tewas bernama Muhammad Husin alias Pak Hammamah (50).

Tidak hanya memakan korban jiwa, penyerangan juga menyebabkan rumah-rumah pengikut Islam Syiah di dua desa, yakni di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, Kecamatan Omben, Sampang, terbakar.