Browse By

Kapolres Sampang dilaporkan ke Propam Mabes Polri

 Dilihat 412 Kali

Pada 29 Desember 2011, terjadi serangan terhadap komunitas Syiah di Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura. Pesantren dan rumah mereka dibakar oleh sejumlah massa yang diduga berasal dari kelompok anti Syi’ah.

Warga diungsikan ke Gelanggang Olahraga Sampang selama dua pekan sebelum diminta kembali ke dusun mereka.

Andy Irfan dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) wilayah Surabaya yang mendampingi pelapor mengatakan warga telah melaporkan tindak pembakaran itu.

“Korban telah melaporkan ke Polres Sampang tetapi tidak ada tindak lanjut. Tidak ada satu pun tersangka yang ditangkap,” kata Andy.

“Korban merasa polisi tidak independen dalam menangani konflik ini dan lebih cenderung ke kelompok penyerang,” katanya lagi.

Laporan telah didaftarkan Rabu (18/1) dan warga beserta Kontras saat ini menunggu hasil penyelikan Propam.
Intimidasi

Sementara itu, pengacara warga Hertasning Ichlas mengatakan intimidasi dan ancaman terhadap warga terus berlanjut sepulangnya mereka dari pengungsian di Gelanggang Olahraga Sampang.

“Dua hari lalu, terjadi ketegangan karena beberapa warga sempat didatangi dan diancam oleh orang-orang bersenjata. Untung aparat bisa bertindak dan menghentikannya,” kata Hertasning.

Hari ini situasi di permukiman relatif aman dan orang-orang bersenjata belum kembali terlihat.

“Namun kami sangat waswas karena orang-orang itu mengatakan jika sampai Jumat (20/1) warga Syiah belum keluar dari dusun, maka akan terjadi pembantaian,” kata Hertasning.

Ia meminta polisi melakukan pengamanan lebih terhadap warga.

“Polisi tidak bisa hanya melakukan rules of engagement seperti di situasi normal karena dalam kasus ini eskalasi konflik belum berakhir, perlu ada pengamanan lebih karena masih ada ancaman nyata terhadap mereka,” katanya.

Menurut Hertasning, warga dalam keadaan tidak berdaya jika mereka harus membela diri melawan para penyerang.

“Saat mereka kembali dari pengungsian, semua alat bercocok tanam mau pun senjata tajam hilang dari rumah mereka. Kami menyesalkan seperti ada upaya untuk membiarkan mereka diserang,” katanya.